Workshop EVO ICL: Kemajuan Terkini dalam Bedah Refraktif
LPPK PT Utama Padma Qualiti, bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Cabang Bekasi dan PT GLOSMED, berhasil menyelenggarakan Workshop EVO ICL bertajuk “The Latest Advancement in Refractive Surgery” pada Minggu, 14 Juni 2026 di Hotel Haris Summarecon Bekasi. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 10.00 hingga 17.00 WIB ini dihadiri oleh para dokter spesialis mata dari berbagai wilayah dan diakui secara resmi dengan pemberian 8,5 SKP dari organisasi profesi. Turut hadir pula pembicara dari Ciputra SMG Eye Clinic, yaitu dr. Ika Citra Susanti, Sp.M.
Latar Belakang
Gangguan refraksi seperti miopia, hiperopia, dan astigmatisme merupakan kondisi yang sangat umum di masyarakat dan berdampak signifikan pada kualitas hidup penderitanya. Seiring perkembangan teknologi di bidang oftalmologi, kini tersedia solusi permanen berupa implantasi lensa intraokular fakia, khususnya EVO Visian ICL (Implantable Collamer Lens), yang menawarkan alternatif superior dibandingkan prosedur ablasi kornea konvensional.
EVO ICL adalah lensa intrakamera posterior berdesain single-piece yang ditempatkan di belakang iris dan di depan lensa kristalina. Keunggulan utamanya adalah kemampuannya mengoreksi berbagai kelainan refraksi dalam rentang luas miopia, hiperopia, dan astigmatisme, tanpa mengubah struktur kornea secara permanen, serta dapat dilepas kembali apabila diperlukan.
Detail Penyelenggaraan
- Tanggal: Minggu, 14 Juni 2026
- Waktu: 10.00 – 17.00 WIB
- Tempat: Hotel Haris Summarecon Bekasi, Jl. Bulevar Ahmad Yani Blok M, Bekasi Utara, Jawa Barat 17142
- Penyelenggara: LPPK PT Utama Padma Qualiti, PERDAMI Cabang Bekasi, PT GLOSMED
Narasumber dan Topik Bahasan
Workshop ini menghadirkan lima pakar terkemuka di bidang oftalmologi dan hukum medis:
- Dr. Tri Agus, Sp.M, M.H – Etik Medik yang Berdampak pada Hukum
- dr. Devy Christofel Mandagi, Sp.M – Patient Selection and Surgical Pearls for EVO ICL Surgery
- dr. Ika Citra Susanti, Sp.M – EVO ICL: Advancement in Refractive Surgery dari Ciputra SMG Eye Clinic
- dr. Retno Unggul Hapsari, Sp.M, MH – Clinical Experience with EVO ICL
- Dr. Antonius Dwi Juniarto, Sp.M – Moderator
Pokok-Pokok Materi Workshop
Teknologi EVO Visian ICL
Salah satu sesi utama membahas secara mendalam teknologi di balik EVO Visian ICL. Lensa ini ditempatkan di ruang posterior, di belakang iris dan di depan lensa kristalina, sehingga lebih mendekati titik nodal sistem refraksi okular. Posisi ini secara optik menghasilkan pembentukan bayangan retina yang lebih optimal, terutama pada mata dengan miopia tinggi. ICL juga dirancang dari bahan Collamer, material biokompatibel berbasis kolagen, yang memiliki sifat tidak memicu respons imun serta mempertahankan fleksibilitas lensa alami.
Keunggulan utama EVO ICL dibandingkan prosedur refraktif lain meliputi:
- Desain posterior chamber single-piece yang stabil dan aman
- Reversibel, yang artinya lensa dapat dilepas kembali apabila dibutuhkan
- Rentang koreksi luas: miopia, hiperopia, hingga astigmatisme
- Tidak mengubah jaringan kornea secara permanen
- Tersedia varian Toric ICL untuk koreksi astigmatisme dengan penanda orientasi khusus
Seleksi Pasien dan Asesmen Praoperasi
Materi seleksi pasien menjadi perhatian penting dalam workshop ini. Kandidat ideal prosedur EVO ICL adalah pasien dewasa berusia 21–60 tahun dengan kesalahan refraksi yang stabil. Beberapa parameter kritis yang wajib dievaluasi secara menyeluruh sebelum prosedur meliputi:
- Anterior Chamber Depth (ACD) dari endotelium kornea, minimal 2,8 mm untuk miopia dan 3,0 mm untuk hiperopia
- Horizontal White-to-White (H-WTW) digunakan bersama ACD untuk menentukan ukuran ICL via STAAR OCOS Calculator
- Kepadatan sel endotel kornea (ECD), pastikan dalam batas normal
- Central Corneal Thickness (CCT)
- Sudut iridokorneal minimal Grade III (gonioskopi)
- Aksial Length (AL) dan nilai K kornea
Kontraindikasi prosedur ini antara lain kepadatan endotel rendah, katarak, glaukoma sudut terbuka maupun sempit, keratokonus, uveitis aktif, riwayat synechia, pseudoeksfoliasi, atau riwayat bedah intraokular sebelumnya. Pasien hamil/menyusui juga tidak disarankan menjalani prosedur ini.
Penentuan Ukuran (Sizing) ICL dan Konsep Vault
Sesi ini menekankan pentingnya penentuan ukuran ICL yang tepat agar tidak terlalu kecil (risiko rotasi) maupun terlalu besar (risiko peningkatan TIO dan katarak). Metode sizing yang dibahas meliputi pengukuran WTW dengan kaliper atau topografi, Angle-to-Angle (ATA) menggunakan UBM, pengukuran berbasis OCT (semakin luas digunakan), serta alat biometri seperti IOL-Master 700 dan Pentacam HR dengan kamera iris.
Konsep vault, jarak antara permukaan posterior ICL dan permukaan anterior lensa kristalina—merupakan parameter krusial pascaoperasi. Rentang vault ideal adalah 250–750 mikron, dengan batas aman 90–1000 mikron. Vault yang terlalu rendah berisiko menyebabkan kontak ICL-lensa (katarak), sedangkan vault terlalu tinggi dapat memicu peningkatan tekanan intraokular.
Teknik Bedah EVO ICL
Para peserta mendapatkan paparan komprehensif mengenai teknik implantasi EVO ICL. Prosedur standar meliputi:
- Pembuatan dua parasentesis berputar untuk memudahkan manipulasi lensa
- Injeksi viskoelastik 2% metilselulosa (HPMC) bersifat dispersif, mudah mengalir melalui lubang sentral ICL
- Insisi kornea temporal clear corneal kurang dari 3,5 mm (umumnya 3,0–3,2 mm)
- Insersi ICL ke dalam bilik mata posterior, diarahkan tegak lurus terhadap sumbu panjang ICL
- Manipulasi haptic dan footplate menggunakan pendekatan paralel/silang/lurus untuk memastikan posisi yang tepat
- Aspirasi viskoelastik secukupnya (hindari aspirasi di bawah ICL) dengan irigasi BSS minimal 10–20 ml
- Pemeriksaan centration, alignment, dan vault pascaoperasi
Pengalaman Klinis EVO ICL di Indonesia
Sesi pengalaman klinis menampilkan studi kasus nyata yang sangat informatif. Salah satu kasus yang dibahas adalah pasien wanita berusia 23 tahun dengan miopia tinggi (S-16,00 pada mata kanan), yang berhasil menjalani implantasi ICL non-torik pada mata kanan. Hasil follow-up menunjukkan perbaikan tajam penglihatan yang signifikan:
- Hari ke-1 pasca operasi: visus OD 0,9 (IOP 14,8 mmHg, vault 230 µm); visus OS 1,0 (IOP 12,3 mmHg, vault 332 µm)
- Hari ke-30 pasca operasi: visus OD 0,9 (IOP 15,9 mmHg, vault 459 µm); visus OS 1,0 (IOP 15,3 mmHg, vault 435 µm)
Hasil ini menunjukkan stabilitas vault yang baik dan tekanan intraokular dalam batas normal, mengonfirmasi keamanan dan efektivitas prosedur EVO ICL bahkan pada kasus miopia sangat tinggi.
Ingin Terbebas dari Kacamata? Konsultasikan EVO ICL Anda di Ciputra SMG Eye Clinic
Salah satu narasumber workshop ini, dr. Ika Citra Susanti, Sp.M, juga berpraktik di Ciputra SMG Eye Clinic, klinik mata terdepan di Jakarta dengan layanan EVO ICL untuk koreksi rabun jauh, rabun dekat, dan astigmatisme. Prosedur ini tidak mengubah struktur kornea secara permanen, minim risiko, dan hasilnya dapat bertahan seumur hidup.
Ciputra SMG Eye Clinic tersedia di tiga lokasi:
- Jakarta Lotte Shopping Avenue, Ciputra World 1, Jl. Prof. Dr. Satrio Kav 3-5, Kuningan
- Jakarta Pondok Indah Office Tower 5 Lt. 2, Jl. Sultan Iskandar Muda Kav. V-TA, Pondok Indah
- Surabaya SkyLoft SOHO Lt. 8, Ciputra World Surabaya, Jl. Mayjend Sungkono No. 87
Pelajari informasi selengkapnya dan jadwalkan konsultasi Anda sekarang: ciputrasmgeyeclinic.com/evo-icl/


