Waspadai 13 Gejala Sakit Mata Ini
Gejala sakit mata bisa berupa mata merah, berair, gatal, nyeri, atau penglihatan kabur. Penyebab umumnya meliputi infeksi, alergi, paparan debu, atau kelelahan mata akibat layar gadget.

Mata kering, merah hingga kabur menjadi salah satu tanda gejala sakit mata yang perlu Anda waspadai.
Sakit mata bukan sekadar gangguan ringan yang bisa Anda abaikan. Dampaknya bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti sulit membaca, bekerja, atau bahkan sekadar melihat layar ponsel.
Beberapa gejala, seperti mata merah atau gatal, mungkin tampak sepele. Namun, jika muncul nyeri hebat, sensitivitas terhadap cahaya, atau tiba-tiba kehilangan penglihatan, ini bisa menjadi tanda kondisi serius seperti glaukoma atau infeksi berat.
Menunda penanganan tidak hanya memperburuk kondisi mata, tetapi juga berisiko menyebabkan kerusakan permanen pada penglihatan. Jadi, jangan pernah abaikan gejala sekecil apa pun.
Gejala Sakit Mata yang Perlu Anda Waspadai
Seiring bertambahnya usia, kemampuan mata seseorang akan berkurang. Sebagai contoh, lensa mata menjadi kurang elastis dan menebal, tidak dapat melihat dengan jelas di malam hari saat mengemudi.
Bahkan pada kondisi yang parah mata tidak dapat melihat, yang artinya menjadi tanda Anda mengalami kondisi medis serius. Tanda dan gejala sakit mata berikut perlu Anda waspadai:
1. Mata Merah
Gejala sakit mata ini mungkin pernah Anda alami. Mata merah umum terjadi pada siapa saja dan biasanya mudah untuk dideteksi.
Sebagian besar kasus mata merah juga dikenal sebagai konjungtivitis atau peradangan pada konjungtiva. Akan tampak kemerahan pada bagian putih bola mata (sklera) akibat pelebaran pada pembuluh darah mata.
2. Alergi Mata
Sama halnya seperti alergi hidung, seseorang dapat juga terkena alergi mata yang membuat mata terasa gatal, berkaca-kaca, dan merah. Hindari pemicu atau sumber alergi, seperti serbuk sari, debu, hewan peliharaan, untuk membantu meringankan gejala.
3. Bintitan (Hordeolum)
Bintitan merupakan benjolan yang terlihat seperti jerawat atau bisul yang muncul di kelopak mata. Penyebabnya karena infeksi bakteri dan biasanya tidak berbahaya, umumnya dapat hilang dalam waktu kurang dari seminggu.
Hindari memencet bintitan karena dapat menyebarkan infeksi ke daerah sekitar mata.
Baca juga: Gangguan pada Retina Mata
4. Mata Kering
Kurangnya kelembapan mata menyebabkan mata menjadi kering. Sementara itu, mata kering juga bisa karena berbagai kondisi, seperti pemakaian lensa kontak, penggunaan obat-obatan tertentu (antihistamin, beta blocker, opiat, antidepresan trisiklik), penyakit lain, cedera atau faktor lingkungan (pengaruh AC).
Kurangnya produksi air mata dan gangguan pada lapisan air mata juga bisa menyebabkan mata menjadi kering. Jika seseorang mengalami mata kering disertai gejala lain, seperti penglihatan kabur, mata terasa sakit atau ada sesuatu yang mengganjal, segera hubungi dokter spesialis mata.
5. Mata Bengkak
Seringkali, mata terlihat bengkak setelah bangun tidur atau usai menangis. Hal yang biasanya dianggap wajar dan sementara.
Namun, jika pembengkakan mata muncul dengan gejala lain seperti penglihatan kabur atau rasa nyeri, hal ini patut Anda waspadai. Terlebih lagi, bila bengkak tidak kunjung mereda dalam 24-48 jam, ada baiknya segera mencari penanganan medis untuk mencegah kondisi yang lebih serius.
6. Infeksi Kornea Mata (Keratitis)
Peradangan pada kornea mata terjadi akibat penggunaan lensa kontak, cedera, infeksi bakteri, jamur atau virus. Penderita akan merasakan mata terasa buram, perih, kemerahan, cenderung sensitif terhadap cahaya.
Jika tidak terobati secara segera dan efektif dapat menyebabkan masalah penglihatan, bahkan kebutaan dapat terjadi. Sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter spesialis mata untuk memastikan penyebabnya.
7. Ulkus Kornea (Luka pada Kornea)
Luka pada kornea mata dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, seperti kemasukan sesuatu yang mengenai mata, infeksi jamur, bakteri, virus, hingga cedera. Jika mengalami luka pada kornea mata segera lakukan pengobatan agar tidak terjadi komplikasi di kemudian hari.
8. Rabun Senja
Pernahkah Anda merasa kesulitan melihat di malam hari? Jika iya, mungkin Anda mengalami rabun senja, tetapi bukan sebuah penyakit. Melainkan gejala yang disebabkan oleh penyakit tertentu.
9. Mata Berair
Pernahkah Anda mengalami mata berair. Jika iya, itu justru menjadi pertanda bahwa mata Anda terlalu kering.
Akibatnya, mata akan berusaha mengatasi iritasi akibat kering dengan memproduksi air mata sebanyak-banyaknya. Bila mata kita dipenuhi dengan kotoran, kita biasa menyebutnya sebagai belekan.
Belekan akibat kotoran memiliki warna yang beragam, seperti kuning, putih hingga hijau. Belekan dianggap normal bila ditemui saat bagun tidur, dengan jumlah yang sedikit.
Namun, perlu diwaspadai bila warna belekan berwarna kuning atau hijau, khawatirnya akibat infeksi bakteri. Sebaiknya segera periksakan ke dokter spesialis mata.
10. Penglihatan Mata Kabur
Ketika mata menjadi buram atau kabur, bisa menjadi gejala sakit mata yang umum. Namun, penglihatan kabur dapat menjadi tanda penyakit tertentu, seperti diabetes, katarak, hingga glaukoma.
11. Lingkaran di Sekitar Kornea/Corneal Arcus
Corneal Arcus merupakan tampilan berbentuk seperti cincin putih yang melingkar disisi luar kornea. Hal ini sering terjadi pada lansia, tetapi dapat juga terjadi pada dewasa muda yang umumnya terjadi akibat endapan lipid yang berhubungan dengan penyakit tertentu, seperti kolesterol, artherosclerosis, penyakit jantung.
Baca juga: Tanda-Tanda Mata Minus dan Faktor yang Memengaruhi
12. Kelopak Mata Turun
Seiring bertambahnya usia, kelopak mata seseorang akan turun terutama pada kelompok lansia. Tanda alami penuaan ini terjadi karena berkurangnya kekuatan tendon atau otot, serta jaringan sekitarnya mengalami pelonggaran sehingga kelopak mata menurun.
Sayangnya, bila anak-anak mengalami kondisi ini, mungkin saja anak tersebut menderita ptosis kongenital, yaitu gangguan otot kelopak mata, biasanya terdeteksi sejak lahir.
13. Mata Kuning
Pernah mengalami mata kuning? Biasanya penderita penyakit kuning mengalaminya. Pada bagian putih mata atau sklera berubah menjadi kuning.
Kuning pada mata terjadi karena bilirubin (zat pewarna urin yang dihasilkan hati) masuk ke pembuluh darah. Sementara itu mata yang berwarna kuning juga menandakan hati seseorang mengalami gangguan, seperti peradangan, infeksi bahkan kanker.
Penyebab lain mata kuning ialah karotenemia, yaitu tubuh berubah menjadi kuning karena terlalu banyak konsumsi karoten yang bersumber dari wortel. Hal ini terjadi bila mengonsumsi wortel dalam jumlah berlebihan.
Cara Mengatasi Sakit Mata
Mengatasi sakit mata tidak selalu memerlukan perawatan medis, terutama jika gejalanya masih ringan. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan, baik dengan menggunakan obat-obatan yang sesuai maupun perawatan rumahan sederhana.
Penting untuk memahami opsi yang tersedia agar mata bisa kembali sehat tanpa memperburuk kondisi.
Berikut adalah beberapa langkah yang bisa dicoba.
1. Obat Sakit Mata
Berikut adalah beberapa jenis obat sakit mata yang bisa Anda coba:
- Tetes Mata Antihistamin: Tetes mata ini efektif untuk meredakan gejala mata merah dan gatal akibat alergi. Biasanya digunakan sesuai anjuran dokter atau petunjuk pada kemasan.
- Tetes Mata Antibiotik: Diresepkan untuk mengobati infeksi bakteri pada mata seperti konjungtivitis. Penggunaannya harus sesuai arahan dokter.
- Salep Mata: Salep antibiotik sering digunakan untuk infeksi yang lebih serius atau saat pasien kesulitan menggunakan tetes mata.
- Obat Antiinflamasi Nonsteroid (NSAID): NSAID dalam bentuk tetes mata dapat membantu mengurangi peradangan dan nyeri ringan pada mata.
- Obat Dekongestan Mata: Digunakan untuk mengurangi pembengkakan pada mata, terutama yang disebabkan oleh iritasi ringan.
2. Perawatan Rumahan untuk Sakit Mata
Mengatasi gangguan pada mata juga bisa dengan melakukan perawatan rumahan, seperti:
- Kompres Hangat: Rendam kain bersih dalam air hangat, peras, dan letakkan di atas mata selama 5-10 menit. Ini membantu meredakan iritasi dan meningkatkan aliran darah di area mata.
- Kompres Dingin: Jika mata terasa bengkak, kompres dingin dengan kain lembut dapat membantu mengurangi pembengkakan dan rasa tidak nyaman.
- Menggunakan Air Mata Buatan: Untuk mata kering akibat terlalu lama menatap layar atau paparan AC, air mata buatan dapat memberikan kelembapan tambahan.
- Membersihkan Kelopak Mata: Gunakan kapas atau kain lembut yang terbasahi air hangat untuk membersihkan kelopak mata, terutama jika ada kotoran atau kerak akibat infeksi.
- Hindari Menyentuh atau Mengucek Mata: Menghindari kontak langsung dengan mata dapat mencegah iritasi lebih lanjut dan penyebaran infeksi.
- Istirahatkan Mata: Kurangi waktu menatap layar atau membaca untuk memberi mata waktu istirahat dan pulih lebih cepat.
Jika Anda mengalami gejala gangguan mata, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan untuk mencegah kondisi yang lebih serius. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis mata di Ciputra SMG Eye Clinic untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Kunjungi halaman konsultasi di sini dan Anda juga dapat menghubungi melalui WhatsApp untuk informasi lebih lanjut.
FAQ
1. Apa Saja Gejala Sakit Mata?
Gejala sakit mata bisa berupa mata merah, perih, gatal, berair, bengkak, sensitif terhadap cahaya, hingga penglihatan buram.
2. Apa Ciri-Ciri Infeksi Mata?
Infeksi mata biasanya muncul dengan mata merah, keluar kotoran (belekan), terasa nyeri, bengkak, dan kadang disertai penglihatan menurun.
3. Apa Ciri-Ciri Sakit Mata Karena HP?
Sakit mata akibat terlalu lama melihat layar (HP/laptop) biasanya menyebabkan mata kering, pegal, lelah, terasa panas, dan kadang penglihatan jadi buram.
4. Jika Mata Terasa Sakit, Apa yang Harus Dilakukan?
Istirahatkan mata, hindari penggunaan gadget sementara, dan jaga kebersihan mata. Jika gejala tidak membaik atau semakin parah, sebaiknya periksakan ke dokter.
5. Minum Apa Biar Sakit Mata Sembuh?
Tidak ada minuman khusus untuk menyembuhkan sakit mata. Namun, konsumsi air putih yang cukup dan makanan bergizi dapat membantu menjaga kesehatan mata. Jika karena adanya infeksi, biasanya perlu obat dari dokter.






