Jakarta - Surabaya (Coming Soon): Senin - Sabtu | 09:00 - 18:00 WIB Jakarta - Surabaya (Coming Soon):
Senin - Sabtu | 09:00 - 18:00 WIB

Katarak Jaman Now Menyerang Kawula Muda

Hah? Bukannya katarak hanya terjadi pada orang tua saja? Mungkin itu yang ada di benak kamu sekarang. Walaupun pada umumnya katarak menyerang orang – orang yang berusia di atas 50 tahun, sekarang penyakit ini tidak memandang umur lagi. Sebelum usia 50 tahun pun, katarak dapat menyerang organ mata anda dan disebut dengan early-onset-cataract atau juvenile cataract. Oleh karena itu, mewaspadainya sejak usia dini menjadi langkah yang tepat. Seseorang yang memiliki katarak sering mengeluh tidak dapat melihat pemandangan disekitarnya dengan jelas (buram). Hal ini menandakan sudah terdapat penurunan tajam penglihatan. Selain itu hal yang juga sering diutarakan adalah keluhan silau (glare) terutama bila melihat sinar terang seperti saat mengendarai mobil di malam hari.

Penyebab katarak di usia muda

Menjawab pertanyaan kamu mengapa katarak dapat dialami sejak usia muda, berikut jawabannya:

  1. Genetika

Gen berhubungan dengan kromosom. Kelainan kromosom pada orang tua akan diturunkan kepada anaknya sehingga kualitas lensa mata orang tua yang kurang baik akan berdampak pada mata sang anak.

  1. Trauma Mata

Trauma yang terjadi pada daerah mata terutama bola mata dapat menjadi penyebab timbulnya katarak. Contohnya adalah benturan mekanik, radiasi, zat kimia dan trauma listrik. Salah satu gejala yang dapat terlihat kasat mata adalah munculnya warna putih pada serat lensa mata.

  1. Diabetes

Adanya penyakit diabetes sejak usia muda dan kurangnya kontrol gula darah akan berisiko mengalami katarak di usia produktif. Peningkatan enzim Aldose Reduktase pada tubuh penderita diabetes lah yang memicu penyakit katarak. Hal ini menyebabkan penumpukan sorbitol pada lensa dan gangguan hidrasi protein lensa sehingga terjadilah katarak. Oleh karena itu, penyakit diabetes yang dialami harus segera ditangani sehingga tidak memberikan dampak buruk pada mata.

  1. Penggunaan Obat Tertentu

Penggunaan obat – obatan tertentu dalam jangka waktu lama akan memicu timbulnya penyakit katarak. Contohnya seperti obat – obatan golongan kortikosteroid.

  1. Paparan Sinar Matahari

Terlalu sering terpapar sinar ultraviolet juga meningkatkan risiko penyakit katarak.

  1. Peradangan

Peradangan kronis pada mata atau disebut uveitis, juga dapat mengakibatkan katarak. Uveitis dapat menyebabkan penebalan dari kapsul lensa bagian depan.

  1. Alkohol dan Merokok

Konsumsi alkohol dan kebiasaan merokok secara signifikan dapat meningkatkan resiko terjadinya katarak pada usia muda.

Apa saja gelaja katarak

Berikut ini ada beberapa gejala katarak yang pada umumnya dirasakan:

  1. Pandangan buram seperti berasap atau berkabut
  2. Warna benda yang biasa Anda lihat menjadi lebih pudar / pucat
  3. Mudah silau apabila melihat cahaya terang
  4. Terdapat lapisan kekuningan atau kecoklatan bila melihat suatu benda
  5. Fungsi penglihatan berkurang terutama di malam hari
  6. Pandangan seperti melihat cincin di sekitar sumber cahaya

Pencegahan mata katarak di usia muda

Sahabat sehat, setelah mengetahui berbagai penyebab dan gejala mata katarak membuat kita menjadi lebih menyadari pentingnya menjaga kesehatan mata kita. Ada beberapa tips yang bisa kita lakukan untuk mencegah mata katarak, seperti:

  1. Mengonsumsi makanan sehat, mulailah dengan menerapkan konsep makanan 4 sehat 5 sempura, dan mengurangi konsumsijunk food, untuk seseorang dengan obesitas, ada baiknya mengurangi berat badan dengan signifikan.
  2. Melindungi mata dari bahaya sinar ultraviolet dengan menggunakan kacamata hitam ketika Anda berada di luar ruangan.
  3. Menghindari diri dari paparan asap rokok.
  4. Tidak mengkonsumsi alkohol.
  5. Mengonsumsi makanan yang mengandung beta karoten yang tinggi seperti wortel, bayam, ubi jalar, buah bit, labu kuning, pepaya.
  6. Mengonsumsi makanan yang mengandung Zeaxanthin dan Lutein seperti lobak hijau, collards (sayuran hijau yang bentuknya mirip dengan sawi), jagung manis, brokoli, romaine lettuce, kacang polong, buncis, telur, brussels sprouts (sayuran hijau yang berbentuk seperti kubis dengan ukuran yang kecil).
  7. Membatasi kadar garam yang dikonsumsi setiap hari.
  8. Membiasakan diri untuk tidur dengan cukup (7 – 8 jam per hari).
  9. Menggunakan kacamata yang sesuai dengan ukuran lensa mata.
  10. Periksa kesehatan mata secara teratur

Untuk memeriksa kesehatan mata, Anda dapat mempercayakannya kepada kami, Ciputra SMG Eye Clinic. Segera konsultasikan kesehatan mata Anda secara rutin.

 

Reviewed by: dr. Ika Citra

Source:

Cataracts

Katarak