Jakarta - Surabaya (Coming Soon): Senin - Sabtu | 09:00 - 18:00 WIB Jakarta - Surabaya (Coming Soon):
Senin - Sabtu | 09:00 - 18:00 WIB

Pencegahan dan Penanganan Katarak – Cari Tahu Jawabannya Disini

pencegahan dan penanganan katarak

Lensa di dalam mata bekerja seperti lensa kamera, memfokuskan cahaya atau objek agar jatuh tepat di retina sehingga penglihatan menjadi jelas. Lensa memiliki kemampuan untuk menyesuaikan fokus penglihatan dengan cara berakomodasi, sehingga membuat kita melihat segala sesuatu dengan jelas baik pada jarak dekat maupun jarak jauh.

Lensa sebagian besar terdiri dari air dan protein. Protein diatur dengan cara yang tepat untuk menjaga agar lensa tetap jernih dan cahaya dapat melewatinya. Seiring bertambahnya usia, beberapa protein dapat menggumpal dan membuat lensa menjadi keruh, inilah yang disebut katarak. Dengan berjalannya waktu kekeruhan dapat menjadi lebih merata ke seluruh lensa, sehingga membuat penglihatan seseorang menjadi terganggu.

Salah satu teori pembentukan katarak disebabkan oleh perubahan oksidatif pada lensa manusia. Ini didukung oleh penelitian nutrisi yang menunjukkan buah dan sayuran mengandung antioksidan tinggi dapat membantu mencegah terjadinya katarak.

 

Baca juga: Mata Katarak? Apa Penyebabnya?

 

Pencegahan Katarak
Meskipun ada kontroversi tentang apakah katarak dapat dicegah, sejumlah penelitian menunjukkan nutrisi tertentu dan suplemen nutrisi dapat mengurangi risiko katarak. Satu studi tentang kesehatan, menemukan bahwa asupan makanan-makanan mengandung lebih tinggi vitamin E dan karotenoid lutein dan zeaxanthin, merupakan suplemen yang dikaitkan dengan penurunan risiko terjadinya katarak secara bermakna.

Sumber makanan vitamin E yang baik termasuk biji bunga matahari, almond dan bayam. Sumber lutein dan zeaxanthin yang baik termasuk buah-buahan berwarna merah (misal : buah strawberi), bayam, kangkung, dan sayuran berdaun hijau lainnya.

Penelitian lain menunjukkan vitamin antioksidan seperti vitamin C dan makanan yang mengandung asam lemak omega-3 dapat mengurangi risiko katarak. Langkah lain yang dapat Anda ambil untuk mengurangi risiko katarak adalah menggunakan lensa kacamata hitam yang dapat menghalangi 100 persen sinar UV matahari (sun-glasses) ketika Anda berada di luar ruangan.

Menangani Katarak
Ketika gejala mulai muncul, untuk meningkatkan penglihatan sementara waktu dapat menggunakan kacamata ukuran terbaru, loupe (kaca pembesar), pencahayaan yang cukup terang, atau alat bantu penglihatan lainnya. Perlu dipertimbangkan untuk dilakukan tindakan pembedahan ketika katarak telah berkembang cukup parah sehingga mengganggu penglihatan dan memengaruhi kehidupan sehari-hari.

Banyak orang menganggap penglihatan yang buruk adalah fakta penuaan yang tak terhindarkan, tetapi operasi katarak adalah prosedur sederhana yang relatif tidak menimbulkan rasa sakit untuk mendapatkan kembali penglihatan seseorang. Selama operasi, dokter bedah akan mengeluarkan lensa mata yang keruh dan menggantinya dengan lensa tanam (lensa intraokular : IOL) yang bening.

Saat ini desain lensa tanam (IOL) baru sedang dikembangkan untuk membuat agar pemberian lensa tersebut lebih bermanfaat bagi pasien. IOL desain multifokal dapat membantu Anda melihat di semua jarak, baik penglihatan jarak jauh maupun jarak dekat. Jenis IOL baru lainnya memiliki kemampuan menghalangi radiasi sinar ultraviolet dan sinar biru yang dapat merusak retina.

 

Baca juga: Setelah Operasi Katarak: Ini yang harus Dilakukan

 

Penggunaan Kacamata Setelah Operasi Katarak
Umumnya penggunaan kaca mata pasca operasi katarak masih diperlukan untuk pengihatan jarak dekat jika lensa tanam yang dipilih berdesain monofokal, sedangkan koreksi kaca mata tidak diperlukan jika lensa tanam berdesain multifokal. Lensa kaca mata untuk koreksi penglihatan pasca operasi katarak dapat berdesain lensa progresif yang dapat dipakai secara terus menerus seharian atau desain lensa monofokal yang dipergunakan hanya saat penglihatan jarak dekat saja.

Untuk kenyamanan dan penglihatan terbaik pasca operasi katarak dapat menggunakan koreksi kacamata dan Anda dapat meminta Dokter Mata untuk meresepkan ukuran lensa yang terbaik.

 

Telah direview oleh: dr. Yudisianil E. Kamal SpM(K)

Source: https://www.allaboutvision.com/conditions/cataracts.htm