Jakarta - Surabaya: Senin - Sabtu | 09:00 - 18:00 WIB Jakarta - Surabaya:
Senin - Sabtu | 09:00 - 18:00 WIB

Beranda » Katarak » Katarak pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Katarak pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Umumnya, katarak sering dialami oleh orang tua. Tak menutup kemungkinan juga terjadi pada orang dewasa dan anak-anak. Meskipun katarak jarang terjadi pada anak-anak. Namun, beberapa bayi atau anak-anak bisa mengalami katarak. Lantas, bagaimana ciri-ciri mata katarak pada anak? Pelajari ulasan berikut!

Baca Juga: Katarak Kongenital pada Bayi

Katarak pada Anak

Katarak pada anak adalah kondisi di mana terjadi perubahan pada lensa mata yang mengakibatkan penglihatan menjadi buram atau terganggu. Kondisi ini dapat mempengaruhi satu atau kedua mata anak. Ada dua jenis utama katarak pada anak, yaitu katarak kongenital dan katarak yang baru berkembang setelah bayi lahir.

Katarak kongenital adalah katarak yang hadir sejak bayi lahir atau muncul dalam beberapa bulan setelah lahir. Kondisi ini dapat disebabkan oleh faktor genetik atau perkembangan yang tidak normal selama kehamilan

Selain katarak kongenital, anak-anak juga dapat mengalami katarak yang didapat, yang berkembang setelah lahir akibat berbagai faktor. Beberapa penyebab katarak yang didapat pada anak meliputi cedera pada mata, infeksi, penyakit genetik, atau penggunaan obat-obatan tertentu. Katarak yang didapat juga dapat terjadi pada anak yang memiliki riwayat penyakit tertentu, seperti diabetes atau gangguan metabolik.

Katarak pada anak dapat memengaruhi satu atau kedua mata anak. Anak-anak dengan katarak yang tidak diobati atau ditangani serius, secara visual menghadapi kebutaan seumur hidup. Kondisi ini akan mengganggu tumbuh kembang dan kualitas hidup mereka.

Ciri-Ciri Mata Katarak pada Anak

Gejala katarak akan berbeda untuk setiap anak. Ciri-ciri mata katarak pada anak dapat mencangkup sebagai berikut:

  • Pupil tampak putih tidak seperti pada umumnya
  • Gerakan mata tidak dapat terkontrol (nistagmus)
  • Penglihatan berwarna atau buram
  • Kesulitan melihat
  • Lampu yang terlihat terlalu terang atau silau
  • Melihat lingkaran cahaya di sekitar objek

Jika ada keluhan yang menyerupai ciri mata katarak pada anak segera bicarakan dengan dokter spesialis mata untuk diagnosis. Gejala katarak juga terlihat menyerupai masalah kesehatan lain.

Baca Juga: Apakah Bisa Operasi Katarak Dijamin Asuransi Kesehatan?

Penyebab Katarak pada Bayi dan Anak

Penyebab katarak pada setiap anak dapat bervariasi. Ada anak yang sudah mendapatkan katarak setelah dilahirkan biasa disebut sebagai katarak bawaan atau katarak kongenital. Faktor genetik dan down syndrome menjadi penyebab katarak bawaan.

Sementara penyebab katarak lainnya karena interaksi abnormal pada protein yang menggumpal atau terbentuk daerah berawan pada mata. Adapun beberapa kemungkinan lain penyebab katarak meliputi:

1. Trauma pada Mata

Penyebab katarak traumatis karena cedera pada mata akibat kecelakaan atau insiden yang melibatkan benda-benda tajam. Umumnya cedera lebih sering terjadi pada anak laki-laki. Terdapat dua jenis cedera pada mata, yakni cedera terbuka dan cedera tertutup. Cedera terbuka pada mata terjadi ketika ada luka pada permukaan mata atau kelopak mata yang dapat mengakibatkan masuknya benda asing ke dalam mata.

Contoh penyebab cedera terbuka yang umum adalah cedera dengan busur atau anak panah, cedera logam, kayu, batu, atau petasan. Cedera terbuka dapat merusak lensa mata dan menyebabkan perkembangan katarak.

Sementara cedera tertutup pada mata terjadi tanpa ada luka terbuka pada permukaan mata atau kelopak mata. Cedera ini biasanya disebabkan oleh benturan atau trauma langsung pada mata, misalnya dari pukulan atau benda yang memukul mata.

Cedera tertutup juga dapat merusak lensa mata dan menyebabkan katarak pada anak. Dalam kedua jenis cedera mata tersebut, kerusakan pada lensa mata dapat mengakibatkan pembentukan katarak. Katarak dapat terjadi akibat kerusakan pada protein-protein dalam lensa mata yang mengakibatkan penglihatan menjadi buram (kekeruhan pada lensa tersebut).

Katarak pada Anak

Pemeriksaan mata dilakukan untuk menegakkan diagnosis katarak dan menilai tingkat keparahan katarak.

2. Diabetes atau Penyakit Metabolik Lain

Tahukah Anda, diabetes atau penyakit metabolik lainnya dapat menyebabkan pembentukan katarak pada anak. Ketika kadar gula darah tidak terkontrol dengan baik, gula juga dapat mengendap pada lensa mata dan mengganggu keseimbangan cairan dan nutrisi pada lensa tersebut. Hal ini dapat menyebabkan pembentukan katarak metabolik.

Anak-anak dengan diabetes yang bergantung pada insulin dan memiliki kontrol gula darah yang buruk atau gejala diabetes yang berkepanjangan sebelum diagnosis memiliki risiko lebih tinggi mengembangkan katarak metabolik. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pemeriksaan mata secara teratur pada semua anak yang menderita diabetes, terutama jika mereka mengalami gejala penglihatan kabur atau kekeruhan pada lensa mata.

Jika katarak metabolik menyebabkan penurunan penglihatan yang signifikan atau mengganggu kualitas hidup anak, operasi katarak dapat dipertimbangkan. Komplikasi dari pengobatan penyakit, seperti rheumatoid arthritis, terapi radiasi setelah kanker juga memengaruhi gangguan penglihatan.

Baca Juga: Biaya Operasi Katarak di Ciputra SMG Eye Clinic

Jenis Katarak pada Anak

Katarak ringan biasanya tidak memengaruhi penglihatan. Sementara katarak lain yang lebih progresif dapat menyebabkan masalah penglihatan pada anak-anak. Katarak pada lansia disebabkan karena penuaan. Lain halnya dengan katarak pada anak yang mungkin memiliki jenis katarak lain termasuk:

  • Katarak kongenital: Juga dikenal sebagai katarak masa kanak-kanak, terjadi pada saat bayi dilahirkan atau pada usia dini. Katarak kongenital biasanya terjadi di kedua mata anak. Penyebabnya dapat berkaitan dengan faktor genetik, metabolisme, hormonal, atau kromosom, seperti Sindrom Down.
  • Katarak sekunder: Katarak sekunder terjadi sebagai akibat dari komplikasi penyakit lain, seperti diabetes atau masalah mata lainnya. Misalnya, anak yang menderita diabetes yang tidak terkontrol dengan baik dapat mengembangkan katarak sekunder.
  • Katarak traumatis: Katarak traumatis terjadi akibat cedera pada mata, setelah mata anak mengalami luka. Katarak traumatis sering terjadi pada anak laki-laki, terutama akibat benturan benda tajam atau tumpul pada mata.
  • Katarak radiasi: Katarak radiasi terjadi sebagai akibat dari paparan radiasi dalam jangka panjang. Paparan radiasi yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan pada retina dan memicu perkembangan katarak

Baca Juga: 8 Gejala Mata Katarak yang Wajib Anda Tahu!

Skrining Katarak pada Anak

Skrining katarak pada anak dapat dilakukan di klinik khusus mata. Beberapa yang dilakukan selama pemeriksaan meliputi:

  • Pemeriksaan riwayat kesehatan: Petugas medis akan menanyakan riwayat kesehatan anak. Pemeriksaan ketajaman visual: Mereka perlu melakukan pemeriksaan visual secara menyeluruh termasuk ketajaman visual untuk mengukur sejauh mana anak dapat melihat dengan jelas pada jarak tertentu.
  • Pemeriksaan pupil: Dengan melebarkan pupil anak menggunakan tetes mata atau obat lainnya untuk melihat dengan lebih baik bagian dalam mata, termasuk lensa mata, retina, dan saraf optik. Pemeriksaan ini dapat membantu dalam menegakkan diagnosis katarak dan menilai tingkat keparahan katarak.
  • Pemeriksaan segmen anterior: Pemeriksaan segmen anterior mata untuk mencari kelainan, termasuk opasitas lenticular yang dapat mengindikasikan katarak. Pemeriksaan ini dapat dilakukan dengan menggunakan alat seperti slit-lamp examination.
  • Pemeriksaan pupil dilatasi: Jika diperlukan, dokter dapat memutuskan untuk melebarkan pupil anak dengan menggunakan tetes mata atau obat lainnya seperti homatropin. Hal ini memungkinkan dokter untuk melihat struktur mata dengan lebih baik.

Selama skrining, penting bagi anak untuk merasa nyaman dan tidak takut. Ibu dapat memangku anak untuk memberikan kenyamanan dan dukungan. Jika ada ketidakmampuan anak dalam memusatkan penglihatan atau mengikuti objek pada usia yang seharusnya mampu melakukannya, sebaiknya segera beritahu dokter.

Setelah skrining selesai dan hasilnya dievaluasi, dokter akan memberikan rekomendasi perawatan yang sesuai berdasarkan gejala, usia, dan kesehatan keseluruhan anak. Jika ditemukan adanya katarak, dokter mata akan memberikan penanganan dan pengobatan yang tepat, termasuk kemungkinan operasi katarak jika diperlukan.

Telah direview oleh dr. Syenny Budi Handoko, SpM

Source:

Terakhir diperbarui pada 23 Januari 2024