Cara Mengatasi Presbiopi (Mata Tua): Kacamata hingga Operasi
Presbiopi atau mata tua yang menyebabkan penderitanya tidak bisa melihat dengan jelas objek dalam jarak dekat bisa teratasi dengan berbagai pengobatan. Salah satu cara mengatasi presbiopi adalah dengan menggunakan kacamata berlensa bifokal, trifokal, multifokal, operasi korektif seperti LASIK, hingga mengambil tindakan presbyond atau metode laser vision correction (LVC).
Gejala presbiopi biasanya muncul dengan kesulitan melihat benda dari jarak dekat, seperti saat membaca atau menggunakan ponsel. Penderitanya juga sering mengalami penglihatan buram, mata cepat lelah, sakit kepala, atau sulit fokus saat melihat objek kecil.
Pilihan Pengobatan untuk Mengatasi Presbiopi
Setiap pasien memiliki cara penanganan yang berbeda tergantung pada kondisi mata. Berikut beberapa pilihan pengobatan yang dapat membantu mengatasi presbiopi:
1. Lensa Kontak
Lensa kontak bisa menjadi pilihan bagi Anda yang mengalami presbiopi namun tidak ingin memakai kacamata. Jenisnya beragam dan sesuai dengan kebutuhan penglihatan serta tingkat kenyamanan Anda.
- Bifokal: Lensa ini memiliki dua titik fokus, yaitu untuk jarak dekat dan jauh. Pilihan bahannya bisa berupa lensa lembut atau keras (gas-permeable).
- Multifokal: Lensa multifokal mirip dengan bifokal, tetapi memiliki lebih banyak titik fokus termasuk jarak menengah sekitar satu meter. Jenis ini juga tersedia dalam bahan lembut maupun keras.
- Monovision: Satu mata menggunakan lensa untuk melihat jarak jauh, sedangkan mata lainnya untuk melihat dekat. Dalam beberapa hari atau minggu, otak akan menyesuaikan agar penglihatan terasa alami.
- Monovision modifikasi: Satu mata memakai lensa khusus jarak dekat atau jauh, sedangkan mata lainnya memakai lensa multifokal. Kombinasi ini membantu Anda tetap bisa melihat jelas di semua jarak.
Baca Juga: FAQ Presbyond
2. Kacamata
Kacamata adalah cara paling sederhana dan aman untuk mengatasi penglihatan kabur akibat presbiopi. Jika sebelumnya Anda tidak memiliki gangguan mata, bisa mencoba kacamata baca yang terjual bebas, namun tetap sebaiknya konsultasi dengan dokter mata.
Kacamata baca tanpa resep umumnya memiliki kekuatan lensa antara +1.00 D sampai +3.00 D. Jika kacamata biasa tidak cukup atau Anda sudah memiliki gangguan mata lain seperti rabun jauh atau silinder, dokter bisa meresepkan kacamata presbiopi.
Penderita presbiopi bisa ditolong dengan kacamata berlensa
- Bifokal: Memiliki garis pemisah antara lensa jarak jauh di bagian atas dan lensa baca di bagian bawah.
- Trifokal: Memiliki tiga area fokus untuk jarak dekat, menengah (seperti layar komputer), dan jauh, dengan dua garis pemisah pada lensanya.
- Multifokal progresif: Tidak memiliki garis pemisah, tetapi memiliki beberapa area fokus dari jauh hingga dekat sehingga tampak lebih estetik.
- Office progressives: Dirancang khusus untuk penggunaan di depan komputer atau pekerjaan jarak dekat, namun tidak disarankan untuk mengemudi atau aktivitas luar ruangan.
3. Operasi Refraktif
Operasi refraktif untuk mengubah bentuk kornea agar penglihatan menjadi lebih jelas. Pada kasus presbiopi, prosedur ini biasanya bertujuan memperbaiki penglihatan dekat pada salah satu mata, mirip dengan konsep lensa kontak monovision.
Meskipun hasilnya bisa membantu mengurangi ketergantungan pada kacamata, beberapa orang tetap memerlukan kacamata baca setelah operasi. Beberapa jenis operasi refraktif yang dapat dilakukan antara lain:
- Conductive Keratoplasty: Prosedur ini menggunakan energi gelombang radio untuk memanaskan area kecil di sekitar kornea sehingga bentuknya menjadi lebih melengkung dan meningkatkan kemampuan fokus. Namun, hasilnya bisa berbeda pada setiap orang dan biasanya tidak bertahan lama.
- LASIK (Laser-Assisted In Situ Keratomileusis): Prosedur ini menggunakan laser untuk membentuk ulang lapisan dalam kornea agar bentuknya lebih cembung. Pemulihan setelah LASIK umumnya cepat dan tidak terlalu menimbulkan rasa sakit.
- LASEK (Laser-Assisted Subepithelial Keratectomy): Dokter membuat flap tipis di lapisan luar kornea, kemudian menggunakan laser untuk memperbaiki bentuk kornea. Setelah itu, lapisan luar kornea dokter kembalikan ke posisi semula.
- PRK (Photorefractive Keratectomy): Hampir mirip dengan LASEK, tetapi lapisan luar kornea terangkat sepenuhnya sebelum dibentuk ulang dengan laser. Lapisan tersebut nantinya akan tumbuh kembali menyesuaikan bentuk kornea yang baru.
4. Implan Lensa
Implan lensa dilakukan dengan mengganti lensa alami mata dengan lensa buatan (intraocular lens). Prosedur ini sering digunakan untuk membantu penglihatan jauh dan dekat sekaligus, terutama pada pasien presbiopi.
Ada beberapa jenis lensa implan, seperti lensa multifokal yang memungkinkan mata melihat dalam berbagai jarak dan lensa akomodatif yang bisa menyesuaikan bentuk atau posisi di dalam mata. Namun, beberapa orang mungkin masih memerlukan kacamata baca setelah operasi ini.
Efek samping yang bisa muncul antara lain silau, penglihatan buram, atau penurunan ketajaman penglihatan dekat. Selain itu, prosedur ini memiliki risiko yang sama seperti operasi katarak, misalnya infeksi, perdarahan, peradangan, atau peningkatan tekanan bola mata (glaukoma).
5. Obat Tetes Mata
Obat tetes mata untuk presbiopi seperti Vuity mulai tersetujui penggunaannya pada tahun 2021. Tetes mata dapat Anda gunakan sekali sehari dan dapat membantu penglihatan menjadi lebih jelas selama sekitar 6–8 jam.
Beberapa orang menggunakannya hanya saat perlu, misalnya ketika beraktivitas di luar rumah agar tidak perlu memakai kacamata baca. Cara kerjanya adalah dengan mengecilkan ukuran pupil sehingga jangkauan fokus mata menjadi lebih luas, mirip seperti mekanisme kamera saat menangkap gambar.
Namun, penggunaan obat ini tetap memiliki risiko, seperti iritasi atau efek samping yang jarang seperti lepasnya retina.
6. Operasi Katarak
Operasi katarak juga bisa menjadi pilihan untuk mengatasi presbiopi, terutama pada pasien lanjut usia yang mengalami kekeruhan pada lensa mata. Dalam prosedur ini, lensa alami yang sudah keruh diganti dengan lensa buatan agar penglihatan menjadi lebih jelas.
Operasi ini juga bisa membuat efek monovision, di mana satu mata difokuskan untuk melihat dekat dan mata lainnya untuk melihat jauh. Setelah operasi, otak akan beradaptasi agar kedua mata dapat bekerja seimbang dalam melihat berbagai jarak.
Baca Juga: Manfaat Presbyond untuk Mata Plus, Kenali Keunggulannya
7. Presbyond
Presbyond adalah prosedur laser yang membantu memperbaiki kemampuan mata agar bisa melihat jelas pada jarak dekat, sedang, dan jauh. Kondisi ini biasanya mulai dialami oleh orang berusia di atas 40 tahun.
Prosedur Presbyond berlangsung singkat, tidak menimbulkan rasa sakit, dan hasilnya bisa dirasakan segera setelah tindakan selesai. Banyak pasien dapat langsung membaca tanpa kacamata di hari yang sama.
Teknologi Presbyond bekerja dengan menyesuaikan fokus pada masing-masing mata satu untuk melihat jauh dan satu untuk melihat dekat. Setelah itu, otak akan menggabungkan penglihatan dari kedua mata sehingga Anda dapat melihat jelas di semua jarak dengan lebih nyaman.
Baca Juga: Bolehkah LASIK pada Lansia? Ini Syarat dan Efek Sampingnya
Percayakan Pengobatan Presbiopi Bersama Ciputra SMG Eye Clinic
Bila Anda ingin mengobati presbiopi, Ciputra SMG Eye Clinic siap membantu dengan berbagai layanan koreksi penglihatan bebas kacamata seperti LASIK, Presbyond, dan IOL. Semua prosedur dilakukan menggunakan teknologi modern dan ditangani oleh dokter mata yang berpengalaman.
Anda bisa mulai dengan konsultasi bersama dokter untuk menentukan perawatan yang paling sesuai dengan kondisi mata Anda. Yuk, percayakan kesehatan mata Anda bersama Ciputra SMG Eye Clinic!
Telah direview oleh dr. Syenny Budi Handoko, SpM
Source:
- Mayo Clinic. Presbyopia. Februari 2026.
- Cleveland Clinic. Presbyopia. Februari 2026.














