Jakarta - Surabaya: Senin - Sabtu | 09:00 - 18:00 WIB Jakarta - Surabaya:
Senin - Sabtu | 09:00 - 18:00 WIB

Mata Minus Bukan Penyakit

Halo Happy Eyes People! Tahukah Anda, saat ini jumlah penderita mata minus semakin meningkat setiap harinya. Tidak dapat dipingkiri bahwa kondisi mata minus menciptakan sejumlah ketidaknyamanan dalam penglihatan seseorang. Penyebabnya, bukan cuma soal gaya hidup yang tidak sehat, tapi diantaranya dianggap terkait dengan faktor keturunan atau biasa disebut dengan faktor genetik.

Adapun kondisi mata minus ini bisa jadi akan bertambah berat, jika tidak dibarengi dengan perubahan gaya hidup dan pengobatan. Salah satu bentuk pengobatannya dengan menggunakan alat bantu penglihatan, yakni dengan kacamata minus atau lensa kontak.

Nah, seperti yang Anda tahu, Mata minus atau rabun jauh (miopia) merupakan gangguan penglihatan yang paling umum. Adapun mata minus bukan suatu penyakit; melainkan variasi dari mata normal.

Setidaknya, satu dari empat orang dewasa di dunia mengalami kondisi ini; tentunya dengan beragam tingkat keparahan (ringan, sedang, dan berat). Penyebabnya, adalah bentuk bola mata yang memanjang (lebih lonjong).

Penyebab Mata Minus

Berikut adalah beberapa penyebab mata minus yang sering terjadi, yaitu:

  1. Faktor keturunan/genetik
  2. Kelahiran prematur
  3. Gaya hidup yang berhubungan dengan mata; terutama bagi mereka yang sering berinteraksi di depan komputer, televisi, maupun gawai/gadget(extensive near work).

Gejala Mata Minus: Mendekatkan Objek, Memicingkan Mata, dan Sakit Kepala

Dalam keseharian, gejala mata minus akan tampak pada kebiasaan seseorang untuk memicingkan mata, mendekatkan objek dengan mata agar bisa lebih melihat dengan jelas (biasanya buku atau televisi) saat membaca atau menonton, serta sering kali mengeluhkan sakit kepala. Hal itu terjadi akibat ketidakmampuan mereka untuk melihat benda yang letaknya jauh.

Kapan Peningkatan Mata Minus Akan Berhenti?

Pada umumnya mata minus akan berhenti bertambah, ketika seseorang memasuki usia 18 tahun, yaitu saat pertumbuhan dan perkembangan bola mata sudah maksimal. Walaupun hal ini juga dipengaruhi faktor genetik atau keturunan. Dengan begitu, ada baiknya untuk melakukan pemeriksaan dengan dokter mata untuk mengetahui apakah pertumbuhan bola mata sudah maksimal.

Kapan Operasi Dianjurkan?

Bila menggunakan kacamata maupun lensa kontak malah membuat seseorang menjadi tidak nyaman, operasi Lasik Mata bisa jadi pilihan untuk menghilangkan atau mengurangi keluhan mata minus. Lasik Mata dapat membuat mata minus dan silinder Anda hilang dan bisa membuat penderita akhirnya mampu melihat lebih jelas tanpa alat bantu (kacamata atau lensa kontak).

Lasik Mata

Saat ini, terdapat teknologi terbaru Lasik Mata di dunia, yaitu ReLEx SMILE. Teknologi ini berasal dari Jerman dan dapat menyembuhkan mata Anda hanya dengan 15-20 menit operasi untuk 2 mata. Operasi mata ini bukanlah operasi yang besar seperti biasanya, maka dari itu tindakan ini bisa dibilang sebagai tindakan non-invasive, cepat dan juga tidak sakit.

Biasanya, setelah operasi, pasien akan merasakan sedikit tidak nyaman, seperti mata berair atau mata kering, penglihatan berkabut, dan sensitif terhadap cahaya. Namun, rasa ini akan berangsur-angsur hilang, biasanya dalam kisaran waktu 6 jam setelah operasi. Mata kering biasanya akan terasa lebih lama hingga 1 bulan. Namun, jangan khawatir, setelah operasi, Dokter akan memberikan obat tetes mata yang dapat membantu Anda untuk menghilangkan rasa tidak nyamannya.

Dengan begitu, harus diingat bahwa mata minus bukanlah sebuah penyakit. Namun, jika sudah merasa tidak nyaman dengan penglihatan yang Anda alami, lakukan pemeriksaan bersama Dokter spesialis mata dan konsultasikan terlebih dahulu jika ingin melakukan Lasik Mata.

 

Reviewed by dr Ika

Source: Inilah Tujuh Fakta Tentang Mata Minus