Jakarta - Surabaya (Coming Soon): Senin - Sabtu | 09:00 - 18:00 WIB Jakarta - Surabaya (Coming Soon):
Senin - Sabtu | 09:00 - 18:00 WIB

Mata Minus dan Mata Silinder: Informasi Yang Harus Diketahui | Ciputra SMG Eye Clinic

mata minus

Rabun Jauh / Mata Minus
Rabun jauh (miopia) adalah kelainan refraksi yang ditandai dengan gejala penglihatan dapat melihat objek pada jarak dekat dengan jelas, namun buram untuk melihat objek yang lebih jauh. Ini terjadi akibat bentuk atau panjang bola mata menyebabkan sinar cahaya masuk ke dalam bola mata dibiaskan secara tidak tepat, sehingga memfokuskan objek jatuh di depan retina, bukan di retina. Rabun jauh dapat berkembang secara bertahap atau cepat terutama selama masa kanak-kanak dan remaja. Rabun jauh cenderung terjadi dalam sebuah keluarga (faktor keturunan) dan lingkungan (perilaku). Melalui pemeriksaan mata dasar dapat memastikan adanya rabun jauh. Anda dapat mengatasi gangguan penglihatan tersebut dengan menggunakan kacamata, lensa kontak, atau operasi Lasik.

Gejala Rabun Jauh / Mata Minus
Gejala rabun jauh yaitu :

  • Penglihatan buram saat melihat benda yang jauh, sehingga pasien akan maju mendekatkan diri ke objek yang dilihat
  • Menyipitkan atau memicingkan mata untuk melihat dengan jelas
  • Sakit kepala yang disebabkan oleh kelelahan mata
  • Kesulitan melihat saat mengendarai kendaraan, terutama di malam hari (night myopia)

Rabun jauh sering pertama kali terdeteksi selama masa kanak-kanak dan biasanya didiagnosis pada saat tahun-tahun awal sekolah hingga remaja. Seorang anak dengan rabun jauh dapat:

  • Memicingkan mata terus menerus
  • Perlu melihat atau menonton lebih dekat ke televisi, layar film, atau bagian depan ruang kelas
  • Tidak dapat melihat adanya objek yang jauh
  • Berkedip berlebihan
  • Menggosok mata secara sering

Baca juga: Mata Minus / Miopia : Gejala, Pencegahan, Penanganan dan Perawatan

Pengobatan Mata Minus

  • Lensa koreksi
    Koreksi dengan lensa untuk mengobati rabun jauh (akibat bentuk kelengkungan kornea atau peningkatan panjang bola mata) menggunakan lensa minus yang dapat membiaskan bayangan objek yang dilihat sehingga objek dapat fokus dan jatuh di retina. Jenis-jenis lensa yang diresepkan biasanya :
    • Kacamata: Ini adalah cara sederhana dan sangat aman untuk mempertajam penglihatan yang disebabkan oleh rabun jauh. Tipe lensa kacamata termasuk desain penglihatan tunggal (monofokal), bifokal, atau multifokal (lensa progresif).
    • Lensa kontak: Lensa ini diletakkan tepat di permukaan kornea mata. Tersedia dalam berbagai bahan dan desain, termasuk lensa kontak lunak (soft lens) dan lensa kontak kaku (rigid gas permeable) dalam kombinasi dengan desain spheris, dan atau kombinasi toric (jarang tersedia)

Tanyakan kepada Dokter Mata tentang lensa apa yang terbaik untuk Anda.

  • LASIK (laser in situ keratomileusis)
    Dengan prosedur ini, Ahli Bedah Mata membuat flap yang tipis atau tanpa flap di permukaan atau di dalam lapisan kornea. Kemudian dengan menggunakan sinar laser untuk menghilangkan lapisan dalam kornea dengan tujuan meratakan dan menipiskan bentuk dan ketebalan kubah kornea. Pemulihan setelah operasi LASIK biasanya lebih cepat dan lebih nyaman dibandingkan operasi kornea lainnya.

Baca juga: Baca juga: Risiko dan Manfaat Lasik: Ini Hal yang Perlu Diketahui

Mata Silinder / Astigmatisme
Mata silinder atau astigmatisme adalah kelainan refraksi akibat ketidaksempurnaan pada sistim optik mata (kelengkungan kornea dan lensa) yang menyebabkan penglihatan jauh kabur dan berbayang (fokus lebih dari 1), sedangkan penglihatan dekat masih terlihat normal. Astigmatisme terjadi ketika permukaan depan mata (kornea) atau lensa memiliki kurva (kelengkungan) yang tidak sesuai. Jika pada kondisi normal memiliki satu kurva seperti bola bundar (spheris), namun pada penderita astigmatisme kornea dan atau lensa mata memiliki permukaann berbentuk telur (oval). Hal inilah yang menyebabkan penglihatan kabur dan berbayang. Astigmatisme sering muncul saat lahir (bawaan) dan dapat terjadi dalam kombinasi dengan rabun jauh (miopia) atau rabun dekat (hipermetropia). Untuk pengobatan dapat dilakukan dengan pemberian lensa koreksi silinder atau pembedahan (Lasik).

Gejala
Tanda dan gejala mata silinder / astigmatisme dapat meliputi:

  • Penglihatan jarak jauh kabur atau terdistorsi (objek terlihat lebih dari 1 fokus)
  • Mata lelah atau tidak nyaman
  • Sakit kepala
  • Kesulitan dengan penglihatan malam
  • Menyipitkan mata atau melihat dengan posisi kepala dimiringkan

Baca juga: Baca juga: Biaya Lasik Mata 2020: Informasi, Perbandingan dan Biaya

Pengobatan Mata Silinder
Tujuan mengobati astigmatisme adalah untuk meningkatkan ketajaman penglihatan dan kenyamanan mata. Pengobatan adalah dengan menggunakan lensa koreksi silinder atau bedah refraktif (Lasik).

  • Lensa koreksi
    Lensa koreksi untuk mengobati astigmatisme dengan menggunakan lensa silinder yang dapat mengatasi kelengkungan kornea dan lensa mata yang tidak rata. Jenis lensa koreksi meliputi:
  • Kacamata: Kacamata dibuat dengan lensa silinder yang dapat menetralisir bentuk kornea dan lensa mata yang tidak rata. Lensa membuat objek atau cahaya masuk dibiaskan menjadi 1 fokus (tidak berbayang) dan fokus jatuh tepat di retina.
  • Lensa kontak: Seperti halnya kacamata, lensa kontak dapat memperbaiki astigmatisme sampai dengan silinder minus 3 dioptri (D). Tersedia dalam berbagai jenis dan cara pakai, termasuk lensa kontak lunak (soft lens), sekali pakai (disposibel), pemakaian diperpanjang (extended wear), lensa kontak kaku (rigid gas permeabel). Umumnya yang tersedia desain monofokal dan non-toric. Namun perlu dipertimbangkan, bahwa dengan memakai lensa kontak untuk waktu yang lama meningkatkan risiko terjadinya infeksi pada mata.
  • Keratomileusis in-situ dengan bantuan laser (LASIK).
    Dengan prosedur ini, Ahli Bedah Mata akan membuat lipatan tipis (flap) pada permukaan kornea Anda, dan dengan menggunakan laser excimer untuk meratakan dan menipiskan kornea, lalu mengembalikan posisi lipatan kornea sesuai dengan letaknya semula.

 

Telah direview oleh: dr. Yudisianil E. Kamal SpM(K)