Jakarta - Surabaya (Coming Soon): Senin - Sabtu | 09:00 - 18:00 WIB Jakarta - Surabaya (Coming Soon):
Senin - Sabtu | 09:00 - 18:00 WIB

Sejarah LASIK (Laser Assisted In Situ Keratomileusis)

Mungkin di antara Anda banyak yang sudah mengenal atau familiar dengan LASIK. Namun, apakah Anda telah mengetahui sejarah bagaimana LASIK bisa ditemukan? Berikut sejarah singkat perkembangan LASIK dari era 1960-an hingga era modern.

Periode 1960-an

– Profesor Jose Ignacio Barraquer – Pengenalan Keratomileusis

Perjalanan panjang sejarah LASIK dimulai dari negara Kolombia. Seorang dokter mata bernama Jose Ignacio Barraquer berhasil mengembangkan prosedur autoplastik untuk memperbaiki gangguan refraksi mata yang disebut dengan Keratomileusis.

Periode 1970-an

– Svyatoslov N. Fyodorov, MD menciptakan Keratotomi Radial

Pada tahun 1970-an di Rusia, Svyatoslav Fyodorov berhasil menemukan teknik yang disebut dengan Keratotomi Radial (RK), setelah melihat seorang anak muda yang rabun dengan luka pada kornea akibat pecahan kaca. Setelah luka sang anak muda tersebut sembuh, Ia pun berteori bahwa pemotongan radial membuat kornea menjadi rata, sehingga pengelihatan anak muda tersebut menjadi lebih baik daripada sebelum mengalami luka.

– Penemuan Laser Excimer

Laser excimer ditemukan pertama kali oleh kelompok fisika dan kimia dari IBM® Thomas J. Watson Research Center di Yorktown, New York. Samuel Blum, Rangaswamy Srinivasan dan James J. Wynne yang merupakan peneliti di Research Center tersebut, telah mengeksplorasi cara baru untuk menggunakan laser excimer.

Periode 1980-an

– Stephen Trokel, MD – Penggunaan Laser Excimer pertama kali pada kornea

Dr Steven Trokel memperkenalkan Keratektomi Photorefractive (PRK). Dia juga mematenkan laser Excimer untuk memperbaiki penglihatan dan melakukan operasi laser pertama pada mata pasien di tahun 1987.

Setelah mempelajari karya dari IBM, dokter mata Stephen Trokel, yang berafiliasi dengan Columbia Presbyterian Medical Center di New York City, datang ke IBM® Thomas J. Watson Research Center pada tahun 1983 untuk berkolaborasi dalam melakukan eksperimen bersama Srinivasan dan peneliti lainnya, Bodil Braren.

Trokel, Srinivasan, dan Braren lalu menulis sebuah makalah yang memperkenalkan gagasan menggunakan laser untuk membentuk kembali kornea mata dengan tujuan memperbaiki gangguan refraksi, seperti rabun jauh.

Dr Steven Trokel berhasil membuat sambungan ke kornea dan melakukan operasi laser pertama di mata pasien pada tahun 1987.

Periode 1990-an

– PRK disetujui oleh FDA (Food and Drug Administration)

Keratektomi fotorefraktif atau PRK adalah jenis operasi mata korektif pertama yang menggunakan laser daripada pisau untuk menghilangkan jaringan kornea. Metode ini disetujui penggunaannya untuk operasi mata oleh FDA (Food and Drug Administration) pada sekitar tahun 1996.

– LASIK disetujui oleh FDA

Gagasan menggabungkan teknologi flap yang telah terbukti sebelumnya dan membentuk kembali kornea dengan laser excimer terjadi pada awal tahun 1990an dan dengan disetujuinya metode LASIK oleh FDA, menandai era operasi LASIK dimulai.

Periode 2000-an

– Evolusi Laser Femtosecond dalam Bedah Refraktif

Pada tahun 1997, Dr Tibor Juhasz, seorang insinyur biomedis yang familiar dengan penelitian femtosecond sebelumnya, mulai memikirkan tentang aplikasi medis. Laser IntraLase merupakan laser femtosecond pertamanya yang disetujui untuk LASIK tanpa pisau di Amerika Serikat, yang telah memperoleh persetujuan FDA pada tahun 2001. IntraLase Inc. kemudian mengenalkan beberapa model baru laser ini dengan berbagai fitur-fitur yang semakin canggih.

– Teknologi Wavefront Disetujui

Pada Mei 2003, FDA menyetujui penggunaan Customized Wavefront LASIK yang menggunakan sistem CustomVue VISX, sebuah generasi koreksi penglihatan laser yang benar-benar baru. Dengan teknologi ini, tujuan pembedahan tidak lagi untuk menghasilkan pengelihatan yang setara saat Anda menggunakan kacamata atau kontak terbaik, namun melebihi kualitas penglihatan saat memakai kacamata atau kontak.

LASIK Masa Kini

– Teknologi LASIK Terbaru dengan Zeiss ReLEx® SMILE (Refractive Lenticule Extraction, Small Incision Lenticule Extraction)

Saat ini koreksi terhadap kelainan refraksi mata benar-benar memasuki babak baru dengan hadirnya teknologi Zeiss ReLEx® SMILE. ReLEx® SMILE merupakan metode bedah refraktif yang dapat mengoreksi kelainan refraksi tanpa perlu pembuatan flap pada kornea yang biasa dilakukan pada prosedur LASIK pada umumnya.

Dengan tidak adanya proses pembuatan flap, proses penyembuhan yang menggunakan teknologi Zeiss ReLEx® SMILE menjadi jauh lebih cepat dibandingkan metode LASIK konvensional. Proses operasi juga menjadi sangat cepat, hanya memakan waktu beberapa menit saja dan pengelihatan pun akan membaik 80% hingga 100% setelah beberapa hari pasca operasi. Kelainan refraksi yang dapat dikoreksi dengan teknologi Zeiss ReLEx® SMILE diantaranya adalah Miopia (rabun jauh) dan Astigmatisma (silinder).

Ciputra SMG Eye Clinic adalah salah satu klinik mata terbaik, menyediakan layanan koreksi refraksi mata dengan teknologi Zeiss ReLEx® SMILE. Jadi, jika Anda mengalami kelainan refraksi mata seperti Miopia atau Astigmatisma dan ingin memperbaiki pengelihatan Anda, Anda bisa segera menghubungi tim kami pada (021) 298 881 38.